Judul : tugas akhir tahun
Nama : Muhamad Wahid.RS
NRP : 1210511024
Fakultas : Ilmu komputer
Jurusan : Teknik informatika
Kampus : Universitas pembangunan nasional veteran jakarta (upnvj)
Nama : Muhamad Wahid.RS
NRP : 1210511024
Fakultas : Ilmu komputer
Jurusan : Teknik informatika
Kampus : Universitas pembangunan nasional veteran jakarta (upnvj)
Network file system (NFS)
Sistem berkas
jaringan (Inggris: network
file system disingkat NFS)
adalah sebuah kumpulan protokol yang
digunakan untuk mengakses beberapa sistem berkas melalui jaringan. Spesifikasi NFS didefinisikan
dalam RFC 1094, dan saat ini telah mencapai versi 3 yang didefinisikan dalam RFC
1813.
NFS merupakan sebuah sistem
berkas terdistribusi yang dikembangkan oleh Sun Microsystems Inc. pada awal dekade 1980-an yang menjadi standar de
facto dalam
urusan sistem berkas terdistribusi. NFS didesain sedemikian rupa untuk
mengizinkan pengeksporan sistem berkas terhadap jaringan yang heterogen (yang
terdiri dari sistem-sistem operasi yang berbeda dan platform yang juga
berbeda). Teknologi NFS ini dilisensikan kepada lebih dari 200 vendor komputer
dan jaringan, dan telah dibuat implementasinya pada banyak platform dan sistem
operasi, termasuk di antaranya adalah UNIX, GNU/Linux, Microsoft Windows, dan lingkungan mainframe.
NFS dapat mengizinkan klien-klien
untuk menemukan dan mengakses berkas yang disimpan di dalam server jaringan
jarak jauh. Memang, desain awal spesifikasi NFS dikhususkan untuk penggunaan
dalam jaringan lokal (LAN) dan
tidak dioptimalkan untuk penggunaan dalam WAN. Tapi, versi NFS 3 yang digunakan saat ini dapat digunakan
dalam jaringan WAN, sebaik ketika ia bekerja di dalam LAN. Fitur-fitur yang
dimiliki oleh NFS versi 3 adalah sebagai berikut:
·
Mendukung ukuran berkas hingga satuan Terabyte, dengan menggunakan indikator
ukuran berkas hingga 64-bit (pada versi sebelumnya, hanya
mengimplementasikan indikator ukuran berkas hingga 32-bit saja,
sehingga total ukuran berkas maksimum adalah 4 gigabyte).
·
Ukuran maksimum paket data yang didukung adalah 64
Kilobyte (pada versi sebelumnya, hanya mencapai 8 KB untuk tiap paketnya,
sehingga lebih lama dalam melakukan transfer data dari satu host ke host
lainnya yang menjalankan NFS).
·
Dapat memilih apakah hendak menggunakan protokol
lapisan transport UDP atau TCP (pada
versi sebelumnya, NFS hanya menggunakan protokol lapisan transport UDP sehingga
kurang bagus diimplementasikan dalam jaringan WAN)
·
Server dapat melakukan penge-cache-an terhadap
request yang dilakukan oleh klien.
NFS menggunakan arsitektur
protokol jaringan berlapis (layered protocol) yang dibuat berdasarkan model referensi
jaringan OSI, seperti yang ditunjukkan dalam tabel berikut.
|
Physical Layer
|
Apa saja (yang
digunakan secara umum adalah Ethernet)
|
|
Lapisan
OSI
|
Protokol
NFS
|
|
Data-link Layer
|
Apa saja (yang
digunakan secara umum adalah Ethernet)
|
|
Network Layer
|
Internet
Protocol (IP)
|
|
Transport Layer
|
User
Datagram Protocol (UDP)
atau Transmission
Control Protocol (TCP)
|
|
Session Layer
|
Remote Procedure Call (RPC) Protocol
|
|
Presentation Layer
|
External Data Representation (XDR) Protocol
|
|
Application Layer
|
Network File System
(NFS) dan Network
Information System (NIS)
|
NFS diimplementasikan sebagai
sebuah sistem client/server yang menggunakan perangkat lunak NFS server dan NFS
client yang
berjalan di atas workstation. NFS Server akan
menggunakan protokol NFS untuk mengekspor sistem berkas yang dimilikinya kepada
klien NFS agar dapat dibaca ole klien, seolah-olah sistem berkas remote tersebut merupakan sistem berkas
yang dimiliki oleh klien secara lokal.
NFS umumnya menggunakan protokol Remote Procedure Call (RPC) yang
berjalan di atas UDP dan
membuka port UDP dengan port number 2049
untuk komunikasi antara klien dan server di dalam jaringan. Klien NFS
selanjutnya akan mengimpor sistem berkas remote dari server NFS, sementara
server NFS mengekspor sistem berkas lokal kepada klien. Mesin-mesin yang
menjalankan perangkat lunak NFS server dapat saling berhubungan dengan
perangkat lunak NFS server untuk membaca, menulis, memodifikasi, menghapus
berkas dan direktori yang berada di dalam server dengan menggunakan request RPC
seperti halnya READ, WRITE, CREATE, dan MKDIR. Berkas dan direktori remote akan
seolah-olah terlihat sebagai berkas lokal bagi pengguna. Sebelum dapat
mengakses berkas remote di dalam struktur direktori dalam sistem berkas UNIX
dari dalam NFS Server, administrator harus melakukan mounting terlebih dahulu
bagian dari sistem berkas UNIX lokal yang akan dibuat dapat diakses oleh klien
dan menetapkan izin akses terhadap berkas atau direktori.
NFS umumnya digunakan dalam
platform-platform UNIX, sementara Windows menggunakan
protokol berbagi-berkas yang disebut sebagai Server Message
Block (SMB),
sehingga dua sistem tersebut aslinya tidak kompatibel satu sama lainnya. Agar
dapat saling mendukung, dalam sistem UNIX harus diinstalasikan klien protokol SMB semacam SAMBA atau
menginstalasikan klien protokol NFS dalam sistem operasi UNIX, yang dapat
diperoleh dari beberapa vendor. Microsoft menyediakan Windows Services for
Unix (SFU)
yang dapat digunakan dalam sistem operasiWindows 2000 Server, dan Windows Server
2003 sebagai
perangkat lunak klien protokol NFS, sehingga menjadikan sistem Windows dapat
berinteroperasi dengan sistem NFS dalam sistem operasi UNIX. Selain SFU,
beberapa vendor lainnya juga membuat implementasi NFS dalam platform Windows,
seperti halnya NetManage dengan ChameleonNFS, Hummingbird
International dengan NFS Maestro,
dan masih banyak lainnya.
